Visi merupakan gambaran bagaimnana kita mencapai sebuah tujuan.
Misi adalah mimpi atau tujuan hidup yang ingin kita capai.
Visi harus merepresentasikan dan menggambarkan kepribadian diri kita.
Visi yang baik harus memenuhi kriteria-kriteria seperti berikut
- Terukur, supaya tidak ada penafsiran ganda, ada indikator keberhasilannya(kuantitatif), contoh : menjadi menteri sumber daya manusia
- Fleksibel, visi tidak boleh kaku, harus dapat disesuaikan dengan keadaan yang sewaktu-waktu bisa berubah, tidak berhenti di satu titik
- Terjangkau, visi harus rasional untuk dapat dicapai
- Menarik, visi harus sesuai dengan passion kita agar kita semangat dalam meraih visi tersebut
Dalam membuat visi, harus didasarkan pada 6 hal, yaitu
- Ketuhanan, tujuan akhir visi yang kita buat berbasiskan pada ketuhanan, contoh : beraklak yang baik
- Kebebasan substansial, visi yang kita buat harus dapat dipertanggung jawabkan, ada fakta yang mendukung visi yang dibuat, ada alasan mengapa membuat visi tersebut
- Hakikan hidup, visi yang selalu ingin membuat diri kita menjadi lebih baik
- Terukur, timeline atau langkah-langkah agar visi tercapai
- Ada peran orang lain dalam visi tersebut
Jadi, visi hidup itu harus dibuat berdasarkan ketuhanan dan kebebasan substansial, tidak hanya memikirkan diri sendiri.
Selain pengertian diatas, ada beberapa kutipan berikut yang dapat menjelaskan visi misi, namun dalam konteks suatu perusahaan.
Menurut Wibisono (2006, p. 43), visi merupakan rangkaian kalimat yang menyatakan cita-cita atau impian sebuah organisasi atau perusahaan yang ingin dicapai di masa depan. Atau dapat dikatakan bahwa visi merupakan pernyataan want to be dari organisasi atau perusahaan. Visi juga merupakan hal yang sangat krusial bagi perusahaan untuk menjamin kelestarian dan kesuksesan jangka panjang.
Dalam visi suatu organisasi terdapat juga nilai-nilai, aspirasi serta kebutuhan organisasi di masa depan seperti yang diungkapkan oleh Kotler yang dikutip oleh Nawawi (2000:122), Visi adalah pernyataan tentang tujuan organisasi yang diekspresikan dalam produk dan pelayanan yang ditawarkan, kebutuhan yang dapat ditanggulangi, kelompok masyarakat yang dilayani, nilai-nilai yang diperoleh serta aspirasi dan cita-cita masa depan.
Jadi dapat disimpulakan bahwa visi adalah cita – cita atau impian sebuah organisasi atau perusahaan yang ingin dicapai di masa depan untuk menjamin kelestarian dan kesuksesan jangka panjang.
Misi (mission) adalah apa sebabnya kita ada (why we exist / what we believe we can do). Menurut Prasetyo dan Benedicta (2004:8), Di dalam misi produk dan jasa yang dihasilkan oleh perusahaan, pasar yang dilayani dan teknologi yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan pelanggan dalam pasar tersebut. Pernyataan misi harus mampu menentukan kebutuhan apa yang dipuasi oleh perusahaan, siapa yang memiliki kebutuhan tersebut, dimana mereka berada dan bagaimana pemuasan tersebut dilakukan.
Menurut Drucker (2000:87), Pada dasarnya misi merupakan alasan mendasar eksistensi suatu organisasi. Pernyataan misi organisasi, terutama di tingkat unit bisnis menentukan batas dan maksud aktivitas bisnis perusahaan. Jadi perumusan misi merupakan realisasi yang akan menjadikan suatu organisasi mampu menghasilkan produk dan jasa berkualitas yang memenuhi kebutuhan, keinginan dan harapan pelanggannya (Prasetyo dan Benedicta, 2004:8)
Menurut Wheelen sebagaimana dikutip oleh Wibisono (2006, p. 46-47) Misi merupakan rangkaian kalimat yang menyatakan tujuan atau alasan eksistensi organisasi yang memuat apa yang disediakan oleh perusahaan kepada masyarakat, baik berupa produk ataupun jasa.
Jadi dapat disimpulkan bahwa Misi adalah pernyataan tentang apa yang harus dikerjakan oleh lembaga dalam usahanya mewujudkan Visi. Dalam operasionalnya orang berpedoman pada pernyataan misi yang merupakan hasil kompromi intepretasi Visi. Misi merupakan sesuatu yang nyata untuk dituju serta dapat pula memberikan petunjuk garis besar cara pencapaian Visi.