SETELAH MASUK MTI, MAU APA YA?

SETELAH MASUK MTI, MAU APA YA?

 

MTI atau Keluarga Mahasiswa Teknik Industri adalah salah satu himpunan mahasiswa di Institut Teknologi Bandung yang berlandaskan kekeluargaan. Seperti namanya, MTI beranggotakan mahasiswa dari jurusan Teknik Industri dan Manajemen Rekayasa Industri Instituk Teknologi Bandung yang bergerak pada satu keprofesian yang sama. Untuk dapat bergabung di MTI, kami sebagai calon anggota baru harus melalui masa kaderisasi yang diberi nama PPAB MTI 2011 atau Penerimaan dan Pembinaan Anggota Baru Keluarga Mahasiswa Teknik Industri 2011. Selama di PPAB, kami dilatih dan diarahkan agar menjadi angkatan yang solid dan dapat memenuhi kriteria-kriteria menjadi anggota MTI. Selain diberi tugas-tugas yang dapat mempererat angkatan, kami juga diberi benyak materi yang pasti sangat perguna untuk kedepannya. Materi-materi tersebut meliputi tujuan hidup, visi misi, SWOT, 7 tools, presentasi serta materi mengenai kepengurusan di MTI itu  sendiri. Dengan materi-materi yang diberikan tersebut, diharapkan kami dapat memahami mengenai MTI itu sendiri dan kami juga diharapkan dapat menjadi mahasiswa yang cakap, bermoral dan berpengabdian seperti karakter mahasiswa MTI.

            Setelah nanti saya bergabung dengan Keluarga Mahasiswa Teknik Industri, yang pasti saya ingin memiliki keluarga yang sangat solid dan saling peduli. Saya ingin bisa berkomunikasi dan bekerja sama dengan keluarga saya tersebut hingga mencapai titik yang dinyatakan sebagai titik kenyamanan. Selain itu, saya juga ingin belajar berorganisasi dan menggali ilmu tenteang berorganisasi sebanyak-banyaknya. Saya ingin bergabung di DPA (Dewan Pengawas Anggota) atau di Divisi Seni Budaya. Kenapa DPA? Karena menurut saya tugas dan wewenang DPA di MTI menarik dan merupakan hal baru bagi saya. Saya ingin blajar bagaimana meakukan pengawasan kepada Badan Pengurus termasuk kahimnya. Saya ingin belajar mengenai apa saja yang harus diawasi dan tindakan apa saja yang harus dilakukan saat melakukan pengawasan itu serta bagaimana menanggulangi jika terjadi berbagai sesuatu diluar rencana yang sebelumnya telah dibuat. Hal yang paling membuat saya penasaran adalah salah satu wewenang DPA untuk membekukan MTI. Bagaimana bisa anggota dari MTI mau membekukan himpunannya sendiri? Itu adalah pertanyaan besar dari saya semenjak pengenalan struktur kepengurusan di MTI. Alasan apa saja yang membuat DPA boleh membekukan himpunannya? Pertimbangan apa saja yang digunakan sebelum membekukan himpunan? Pernahkan MTI ‘beku’ karena suatu masalah? Adalah beberapa dari banyak pertanyaan dari diri saya mengenai DPA dan wewenangnya. Saya masih sangat awam untuk tahu mengenai Dewam Pengawas Anggota ini, saya belum tahu mengenai sejarahnya, mengapa harus ada DPA, saya belum mengetahui mengenai tugasnya secara detail, saya belum mengetahui wewenangnya secara jelas, saya belum mengetahui fungsinya secara pasti dan bahkan pasti masih banyak hal-hal lain yang menyangkut seluk beluk DPA yang belum saya ketahui. Untuk itu, sebelum mau bergabung dengan keluarga DPA nantinya, saya ingin mencari tahu semua informasi mengenai DPA terlebih dahulu. Saya akan mencari tahu sampai semuanya benar-benar jelas dan saya tahu apa yang nantinya akan saya lakukan di DPA. Jika saya sudah tahu semuanya mengenai DPA dan saya merasa cocok berada disana, saya akan bergabung dengan keluarga DPA MTI dan mengabdi kepada MTI melalui itu. Divisi lain yang cukup menarik perhatian saya adalah Divisi Seni Budaya yang masih termasuk baru di struktur kepengurusan MTI. Kenapa saya tertarik? Karena menurut saya adanya divisi seni budaya di suatu himpunan adalah suatu hal yang baru dan sangat menarik. Selain melakukan kajian dan pengabdian kepada masyarakat, anggota MTI juga bisa menuangkan bakatnya di dunia seni dan budaya atau bahkan hanya sekedar menyalurkan hobi mereka. Yang saya tahu, di divisi ini ada sub divisi lagi, yaitu paduan suara, dance dan band. Hal yang sangat menarik karena saya sangat menyukai tarian dan hobi menari. Saya bergabung dengan unit Infinity (ITB Dance and Performent Art Community) sehingga adanya sub divisi ini sangat menarik minat saya. Bagi saya menari adalah hal yang menyenangkan karena kita dibebaskan untuk berekspresi dan bisa melupakan sejenak semua kegiatan dan kepenatan.Walaupun saya tidak jago dalam hal menari, namun itu adalah salah satu hobi saya yang dapat menimbulkan semangat dan rasa bahagia saat saya melukukannya. Jadi, saya akan bergabung dengan sub divisi dance jika saya masuk di Divisi Seni Budaya. Walaupun Divisi Seni Budaya ini cukup menarik perhatian saya, namun prioritas utama saya tetaplah ingin bergabung di DPA, karna saya ingin mengetahui banyak hal di DPA dan saya tertantang untuk belajar banyak hal disana.

            Selain untuk memperbanyak relasi dan belajar berorganisasi, setelah masuk MTI saya juga ingin mengabdi untuk masyarakat Indonesia melalui MTI. Setelah sekarang saya menjadi mahasiswa, memang sudah banyak hal yang berubah dibandingkan masa SMA. Awalnya mungkin saya dipaksa untuk peduli tentang keadaan bangsa Indonesia, hal ini agak sulit saya terima karena dari SMA sama sekali tidak ada hal semacam ini. Namun, lama-kelamaan saya mengerti dan mulai peduli terhadap berbagai permasalahan yang menimpa bangsa Indonesia. Saya mulai merasa miris dan prihatin akan nasib kebanyakan rakyat kecil di Indonesia jika dibandingkan dengan para pemimpinnya yang saya rasa kurang memperhatikan rakyatnya, walaupun mungkin tidak semua pemimpin di Indonesia seperti itu. Rakyat kecil semakin menderita, mereka diabaikan bahkan dicurangi juga. Setelah mengetahui berbagai permasalahan yang menimpa bangsa Indonesia tersebut, saya merasa bahwa saya sebagai generasi muda Indonesia sangat perlu melakukan sesuatu, namun karena saya juga masih termasuk awam mengenai masalah kemasyarakatan seperti ini, saya membutuhkan wadah yang tepat, dan itu semua ada di Himpuna Mahasiswa Jurusan, MTI. Saya akan lebih sering mengkaji permasalahan yang menimpa bangsa Indonesia nantinya dengan anggota MTI yang lain, setelah itu saya dan anggota MTI yang lain juga akan melakukan berbagai tindakan solutif untuk membantu menyelesaikan atau setidaknya membantu meringankan masalah yang menimpa masyarakat tersebut. Intensitas pengabdian masyarakat akan disesuaikan dengan kami yang juga sebagai mahasiswa, namun akan diusahakan melakukannya seefektif mungkin. Saya ingin belajar juga bagaimana mencari solusi yang paling efektif dan efisien untuk menyelesaikan masalah kemasyarakatan tersebut. Di MTI saya yakin akan banyak senior dan teamn yang akan bisa memberikan penjelasan kepada saya hingga saya merasa jelas, sehingga nantinya saya bisa berkontribusi nyata sebagai anggota MTI dan bersama MTI pastinya.

            Diluar semua alasan yang saya utarakan diatas, hal yang paling penting adalah saya ingin mendapatkan pengalaman dari bergabung dengan MTI. Pengalaman apapun itu, yang dapat membantu saya dan memberikan gambaran kepada saya mengenai bidang keprofesian yang saya ambil. Mungkin sekarang saya masih kurang tahu pengalaman-pengalaman apa saja yang mungkin akan saya dapatkan dari MTI, tapi yang pasti semua pengalaman yang saya dapatkan akan sangat berguna dan berharga. Untuk itu, saya sangat semangat untuk bisa bergabung dengan Keluarga Mahasiswa Teknik Industri.

“Meski jarak waktu sering memisahkan kita, namun tiada yang bisa renggangkan ikatan kita karna kita TI MRI”

buka bersama TI MRI 2011

Setelah ada pertemuan antara beberapa dari kami dan panitia PPAB, kami mendapat saran untuk melaksanakan suatu kegiatan yang dapat lebih mempererat TI MRI 2011, sehingga seletah pertemuan tersebut, kami langsung memutuskan untuk melaksanakan buka puasa bersama sekaligus senagai salam perpisahan sebelum masing-masing dari kami pulang ke kampung halaman masing-masing untuk melewati lebaran dengan keluarga. Akhirnya setelah diadakan pembicaraan dengan angkatan, diselenggarakanlah buka puasa bersama TI MRI 2011 pada tanggal 6 agustus 2012 di rumah Baninda, salah satu keluarga TI MRI 2011. Sebelum berangkat, kami mengerjakan tugas angkatan dan tugas individu di TVST, ada yang membantu adnan menyelesaikan bendera angkatan dan ada sebagian dari kami yang melengkapi buku angkatan. Di jadwal, kami seharusnya berangkat kerumah Baninda pukul 16.00 namun karena banyak yang telat, kami berangkat ke rumah Baninda sekitar pukul 17.00 WIB. Sesampai disana, karena memang jauh, waktu sudah hampir menunjukkan pukul 18.00 sehingga kami memutuskan untuk menunggu azan maghrib sambil ngobrol-ngobrol ringan. Setelah azan maghrib, kami langsung makan tajil dan makan besar, kemudian setelah itu kami solat maghrib berjamaah. Menu tajil kami berupa buah kurma dan berbagai gorengan, sedangkan menu makan besar kami adalah ayam. Setelah berbuka dan solat bersama, kami memiliki waktu untuk sharing-sharing dan ngobrol santai bersama. Kami juga bersama-sama menyanyikan lagu angkatan dan lagu-lagu pop lainnya di halaman rumah Baninda, setelah itu ada sesi sharing, kemudian ada games dari Gita, games nya berupa tebakan tentang nim dan tentang angkatan, yang bisa menjawabnya mendapat kesempatan untuk memperkenalkan dirinya di depan angkatan serta diwajibkan menjawab semua pertanyaan dari teman tentang dirinya. Ini adalah salah satu sesi terseru karena kami bisa mengenal angkatan kami lagi secara lebih dekat. Banyak hal-hal lucu yang terkuak dari sesi ini, bahkan ada juga yang mengungkapkan perasaannya di sesi games ini, siapa?? Biar menjadi rahasia umum angkatan kami, haha. Selain sesi games ini, ada juga sesi untuk membacakan semua pesan kesan untuk angkatan kami kedepannya. Hal ini kami jadikan sebagai masukan positif agar angkatan kami lebih solid, progresif dan dapat berkontribusi nyata kedepannya. Sebenarnya inti dari acara kami kali ini adalah sharing angkatan sehingga dapat lebih menyatukan TI MRI 2011. Acara pun berlangsung santai hingga larut malam, walaupun ada beberapa dari kami izin pulang duluan karena ada acara. Well, acara ini sukses menyatukan kami pada malam itu, semoga ke depannya TI MRI 2011 semakin kompak.

“meski jarak waktu sering memisahkan kita, namun tiada yang bisa renggangkan ikatan kita, karna kita TI MRI”

REVIEW INTERAKSI 4

Pada tanggal 4 agustus 2012, kami mahasiswa TI MRI 2011 menjalani interaksi hari ke 4. Pada pagi hari kami kumpul di Gedung PLN dulu untuk kumpul sebelum interaksi. Mulaai jam 6 pagi, kami berkumpul untuk melengkapi tugas buku angkatan, flooring tugas mading dan paduan suara, serta tidak lupa kami juga melakukan cek spek. Setelah itu, pada pukul 7.30 kami dijemput oleh kakak dari MTI dan dimobilisasi ke parkiran GSG. Disitu ada cek spek dan cek tugas dari litbang. Tugas mading kami masih dianggap kurang menggambarkan profil angkatan sehingga masih butuh diperbaiki. Namun, berbeda dari tugas mading kami yang dianggap kurang memuaskan, tugas paduan suara kami dianggap memuaskan dan panitia PPAB mengapresiasinya. Setelah itu kami dimobilisasi ke lab PTI dan diberi materi. Materi pertama adalah Urgensi Berhimpun yang disampaikan oleh Kak Suryo Sasono. Jadi kita mengikuti kegiatan di himpunan intinya adalah karena berhimpun dapat memberikan Self Development dan Others Development. Dilihat dari diri sendiri, kita diajarkan agar lebih bisa memanage waktu dengan tepat dan menjadi seseorang yang semakin disiplin dan teratur. Setelah itu, others development bisa dilihat jika kita melakukan kegiatan sosial yang dapat mambantu orang lain apapun bentuknya.

Materi selanjutnya adalah mengenai Badan Kepengurusan di MTI yang disampaikan oleh Ketua Himpunan MTI 2012-2013, Kak Handy Aulia. Beliau menyampaikan bahwa BP tertinggi di MTI diduduki oleh Rapat Anggota. Kemudian rapat anggota membawahi Ketua Umum, Badab Pengawas Anggota, dan Senator. Rapat Anggota dibantu oleh Media, BP, dan Kesekretariatan (Litbang, Badan Keuangan, Kearsipan). Ketua Umum memiliki 4 Sekjen yaitu :

1. Internal

terdiri dari divisi kaderisasi, kekeluargaan dan intra kampus.

2. Eksternal

terdiri dari divisi kajian, eksternal kampus dan hubungan luar.

3. KPM (Keprofisian dan Pengembangan Minat)

terdiri dari divisi akademik, MTI C, Keprofesian, Seni Budaya dan Olahraga Kesehatan

4. Pengabdian Masyarakat

terdiri dari divisi Community Development dan Community Service.

Comserv hanya memberikan apa yang kita miliki. Namun, comdev itu memberikan yang kita miliki dan melakukan pembinaan pada suatu daerah atau komunitas sehingga objek yang dikenai tersebut mengalami kemajuan.

Setelah 2 materi yang kita dapatkan diatas, kami diberi tantangan untuk melakukan Amazing Race di area kampus ITB. Di setiap pos, kami diberi pengetahuan mengenai setiap divisi yang ada pada struktur kepengurusan MTI. Dan pemenang untuk amazing race kali ini adalah kelompok 7.

REVIEW INTERAKSI 2

Pada tanggal 3 agustus 2012, kami mahasiswa TI dan MRI dikumpulkan untuk menjalani interaksi yang kedua. Sebelum interaksi dimulai, kami memutuskan untuk berkumpul dahulu di gedung PLN untuk melakukan cek spek dan membicarakan hal yang memang sangat penting bagi kita semua.Kemudian secara sporadis kami dikumpulkan di gedung PTI gedung teknik industri, disitu ada cek jumlah dan cek spek dengan panitia, darisana dapat diketahui bahwa kelengkapan kami masih kurang, kita memang masih punya tugas untuk lebih mengompakan angkatan. Kemudian kami dapat materi mengenai 7 tools, kami diajarkan mengenai apa 7 tools itu dan kegunaannya oleh 2 orang senior yang berprestasi.

Interaksi 1

Pada tanggal 1 agustus 2012, kami mahasiswa TI MRI 2011 menjalani interaksi pertama kami. Pada pagi hari, kami dikumpulkan di parkir GSG untuk cek spek dan cek tugas. Pada hari ini masih banyak anggota dari kami yang masih salah ataupun lupa dalama membawaa spek, hal itu dapat terjadi karena pada interaksi pertama kali ini kami belum sempat menyamakan persepsi kami mengenai spek. Tugas angkatan yang diberikan pada kami juga belum dikerjakan dengan maksimal karena belum semua dari kami memberikan kontribusinya. Hal tersebut menjadi pelajaran untuk kita akan pentingnya spek dan pentingnya kebersamaan. Setelah itu, kami dimobilisasi ke ruang PTI untuk mengadakan seminar mengenai Tujuan Hidup. Jadi pada dasarnya, kehidupan kita harus dikendalikan oleh tujuan, tidak terombang ambing tanpa tujuan. Materinya sebagai berikut : ketidakjelasan akan menimbulkan ketakutan, hanya menimbulkan spekulasi. Bagaimana merumuskan suatu tujuan ? Mendefinisikan nilai yang kita miliki, mengenali diri sendiri, lalu kemudian membuat perencanaan dan bertindak.
1. Define your value (akar dalam kehidupan manusia manusia)
Mengapa kita hidup?
Untuk apa hidup ini?
Apa yang kita pilih sebagai fokus kehidupan?
Siapa yang menjadi standar?
2. Know your self
Passion : sesuatu yang secara alami kita sukai, mudah menguasainya, berpotensi untuk unggul dan hebat dalam bidang itu.
Ultimate goal : dikenang orang lain karena manfaat yang kita berikan.
Challenge and opportuniy
3. Plan and act.

Setelah itu kita ada mentoring dan mendapatkan materi mengenai visi misi dan swot.
Kita diajarkan membuat timeline untuk meraih visi kita.
Swot juga dibuat agar kita bisa mengetahui kemampuan kita.